Tampilkan postingan dengan label Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Peran Sosiolog dalam Kehidupan Masyarakat

Peran Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat
1.      Sosiolog sebagai Ahli Riset
Para Sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Sosiolog bekerja sama dengan menggunakan berbgai cara. Misalnya sosiolog memimpin riset ilmiah dan kemudian mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan. Dengan demikian, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial berdasarkan pola-pola atau kecenderungan serta perubahan-perubahan yang paling mungkin terjadi.
2.      Sosiolog sebagai Konsultan Kebijakan
Ramalan sosiolog dapat pula membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap keputusan kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh yang diinginkan. Namun sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi harapan tersebut. Contohnya apakah kebijakan pemberian santunan terhadap anak-anak miskin akan memperbaiki taraf kehidupan dan pendidikan mereka?.
3.      Sosiolog sebagai Teknis
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka member saran-saran yang baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, masalah moral maupun hubungan antar kelompok dalam masyrakat atau suatu organisasi. Dalam kedudukan tersebut sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan. Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektifitas suatu program atau kegiatan masyarakat.
4.      Sosiolog sebagai Guru atau Pendidik
Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya dalam menyajikan fakta tentang masalah kmeiskinn, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek kegiatan tertentu, atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif dsb.

Jumat, 19 Oktober 2012

Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Kehidupan Masyarakat


Wawasan sosiologis adalah wujud dari pemahaman terhadap pengetahuan sosiologi terhadap kenyataan sosial. Wawasan adalah suatu sudut pandang atau suatu cara khusus untuk mengamati sesuatu dan menatanya sedemikian rupa sehingga menjadi bermakna dan dapat dipahami.
Beberapa wawasan sosiologis :
a.       Wawasan Masyarakat
Menurut Durkheim, masyrakat merupakan kenyataan yang objektif secara mandiri dan bebas dari individu-individu yang merupakan anggotanya. Kehidupan sosial dimengerti dalam sifat hakikat masyarakat itu sendiri.
b.      Wawasan Sistem Sosial
System sosial didefinisikan sebagai sebuah bentuk system yang paling mendasar, yaitu terdiri dari sejumlah aktor-aktor individu yang saling berinteraksi dalam situasi yang sekurang-kurangnya mempunyai aspek lingkungan atau fisik, aktor-aktor yang mempunyai motivasi dalam artian mempunyai kecenderungan untuk mengoptimalkan kepuasan, yang berhubungan dengan situasi yang didefinisikan dan dimensi  dalam sebuah term symbol bersama yang terstruktur secara cultural.
c.       Wawasan Kekuasaan dan Konflik
Wawasan kekuasaan dan konflik yang paling sederhana adalah gambaran tentang cirri dari kelas pekerja di Inggris. Gambaran tersebut adalah masyarakat terdiri dari mereka dan kita. Mereka yang membuat tuntutan melakukan pengendalian terhadap kita dan berwenang mengambil keputusan-keputusan.
d.      Wawasan Individualistik atau Fenomenologis
Perspektif individualistic lebih memperhatikan hal yang dianggap gejala sosial sehari-hari. Wawasan tersebut juga meneliti struktur yang bertitik tolak pada konstruksi individu terhadap dunia sosial, meliputi tingkah laku yang pantas atau layak, dan kierarki status dalam kehidupan sehari-hari. Wawasan fenomenologi melihat perspektif dan penafsiran oleh individu yang berpengaruh dalam masyarakat. Individu tidak hanya bertindak sebagai definisi tentang situasi, tetapi dalam tindakannya ia akan berusaha mempengaruhui orang lain agar menerima penafsiran terhadap situasi tersebut.